Image
oleh Tim IT

INDIKATOR KINERJA UTAMA

Kategori berita  |   views

INDIKATOR KINERJA UTAMA

 

 

INSTANSI               : RSUD Prof. Dr. SOEKANDAR KABUPATEN MOJOKERTO

VISI                    :MENJADI RUMAH SAKIT YANG BERORIENTASI PADA PENDIDIKAN DAN MUTU PELAYANAN YANG PRIMA DAN PARIPURNA

MISI                   :

1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat

2. Mendayagunakan sumber daya rumah sakit sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat yang optimal

3. Memperluas jangkauan pelayanan rumah sakit

4. Mengelola rumah sakit dengan prinsip sosio ekonomi secara efektif dan efisien

TUJUAN           :

1. Meningkatkan pelayanan baik medis, keperawatan dan penunjang medis sesuai standart yang ditetapkan Kemenkes RI

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan sesuai perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat

3. Meningkatkan jumlah dan mutu SDM rumah sakit sesuai standart SDM yang ditetapkan

4. meningkatkan sarana prasarana medis, penunjang medis dan kesehatan sesuai standart peralatan yang ditetapkan Kemenkes RI

5. Meningkatkan jangkauan pelayanan rumah sakitdengan inovasi teknologi informasi dan komunikasi

6. Optimalisasi kerjasama rumah sakit dengan provider kesehatan untuk meningkatkan daya saing dan profesionalisme

7. Meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaankeuangan  rumah sakit

8. Meningkatkan kinerja manajemen rumah sakit dalam rangka menggerakkan semua komponen rumah sakit secara nyata dan berkesinambungan

TUGAS             : Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif, pencegahan, pelatihan tenaga kesehatan, penelitian dan pengembangan dibidang kesehatan.

FUNGSI            :

  1. Penyelenggaraan Pelayanan Medik
  2. Penyelenggaraan Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik
  3. Penyelenggaraan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan
  4. Penyelenggaraan Pelayanan Rujukan
  5. Penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan
  6. Penyelenggarakan pelatihan dan pengembangan
  7. Penyelenggaraan koordinasi dengan instansi terkait bidang pelayanan kesehatan
  8. Penyelenggaraan fungsi social dengan memperhatikan kaidah ekonomi
  9. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

 

KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA

PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN

SUMBER DATA

Target

2017

(1)

(2)

(3)

(4)

 

1

Meningkatnya  mutu pelayanan bagi masyarakat.

Bed Occupancy Rate

( BOR )

 

 

BOR merupakan suatu persentase pemakaian tempat tidur pada suatu waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai ideal parameter ini adalah 60% - 85%.

 

Laporan Tahunan

75 %

 

 

 

Average Length of Stay (ALOS)

 

Laporan Tahunan

5 Hari

 

 

ALOS merupakan rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran tentang mutu pelayanan. Secara umum ALOS yang ideal antara 6 hari – 9 hari.

 

 

 

 

 

Turn Over Internal (TOI)

 

Laporan Tahunan

2 hari

 

TOI  merupakan rata-rata hari tempat tidur yang tidak ditempati dari saat terisi sampai saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1 hari – 3 hari.

 

 

Bed Turn Over (BTO)

 

Laporan Tahunan

50 kali

BTO merupakan frekwensi pemakaian tempat tidur berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur rata-rata dipakai selama 1 tahun sebanyak 40 kali – 50 kali.

 

 

Net Death Rate (NDR)

 

Laporan Tahunan

25 / 1000

 

 

NDR adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. NDR yang dapat ditolerir adalah kurang dari 25 orang yang mati per 1000 pasien yang keluar RS.

 

 

 

Gros Death Rate (GDR)

 

 

Laporan Tahunan

45 / 1000

GDR adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 orang yang mati per 1000 penderita keluar RS.

 

 

 

 

 

 

2.Meningkatnya sumber daya yang berkualitas

Indek Kepuasan Masyarakat (IKM)

 

Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit

IKM merupakan nilai rata-rata hasil penilaian pelanggan RS terhadap pelayanan yang diterimanya baik kualitas pelayanan dan performance petugas  dari berbagai jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit.

Indikator ini menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit yang diterimanya. Semakin tinggi nilai IKM menggambarkan semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit.

 

Survey 1 kali/ th

70 %

 

 

 

3.Meningkatnya jangkauan Pelayanan Kesehatan

Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012

 

 

 

Elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi RS versi 2012 merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar  akreditasi RS versi 2012.

Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 (mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar ≥ 80 % dari seluruh elemen yang ada.

Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat nasional.

Penilaian Tim KARS

80 %

 

 

4. Meningkatnya kwalitas pengelolaan keuangan dengan prinsip sosio ekonomi

Cost Recovery Ratio (CRR)

 

CRR merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Semakin tinggi nilai CRR semakin mandiri rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasional

Laporan Keuangan

 

 

 

 

 

92 %